Design: wordweave
Image: Getty Images
Forever Fields
|
~moon rabbit~
iWebTunes/iWebMusic Forced Shut
Wednesday, April 02, 2008
tadi rapat redaksi korpus. Baru ketemu gitu sama anak2 hasil bibitan baru alias anak magang. Isu yang kita diskusikan seputar peluang dan manfaat koran kampus buat para anggotanya. Dan yang bikin shock, ada beberapa orang yang ternyata sudah meroket di dunia jurnalistik dan bahkan merambah ke media2.
Ada satu orang yang ditawarin jadi reporter di MEdia Indonesia padahal masih semester 4! Ada lagi yang udah jadi karyawan tetap di Majalah Agro Observer! Ada pula yang foto nya dimuat di Republika!
WHAT???
Aku? Masih mandegggggggg di situ2 aja. Di sini2 aja. Stick dan lengkeeeeeeeeet sama laporan NAJIS. BETE. ITP MERENGGUT DUNIA TULIS MENULIS KU. ITP MEREBUT JURNALISTIK KU. ITP SIALAN.
aku pengen kerja di media aku pengen nulis ='(
Posted at 08:21 pm by lalitya
Permalink
Semester tiga, aku merasa di neraka karena mata kuliah ITP sangar2. Semester empat, lebih di neraka karena ada SOIP, yang ternyata bisa dapet A. Semester lima, bener2 menembus kulit neraka, ada PTP yang itung2annya udah kayak mata kuliah S3, tapi taunya IP malah 4.
Semester 6 .. SIBUK!!!!! bukan deng, harus optimis, ngomongnya: terjadwal dengan padat. Merasa seperti di kerak neraka, core neraka. Nggak sempet nafas, otak penuh mulu, tangan nggak berhenti kerja.
Praktikum 5x seminngu. Pulang kul selalu sore, tugas tiap hari, dan mata kuliah yang sangat UNEXPECTED, dan dosen yang lebih killer dengan tipe2 soal "membantai".
Hufff.. Selalu ada yg lebih atas segala hal. Di suatu waktu kita merasa itu yang paling berat, tapi begitu terlewati, nanti akan ada masa yang lebih berat. Lantas kita akan mengulang dan mengulang lagi merasa berat.
Apa ini yang dinamakan lingkaran setan? Atau kita yang kuarng bersyukur?
Posted at 07:55 pm by lalitya
Permalink
Thursday, March 13, 2008
Hari ini ada kejadian lucu.
Tadi seperti biasanya, ritual tiap selasa kamis jam 10-13 adalah praktikum analisis pangan. Hari ini topik praktikumnya sifat fisiko kimia lemak sama analisis kadar gula dengan metode arthrone. Hehe. Pada ngga ngerti pasti ya? Mang enak! Hehehe.
Back to the point, pas Ibu Diannya laginerangin gitu, dia nerangin tentang pembentukan radikal bebas peroksida dalam lemak. Nah, sifat peroksida sebagai radikal bebas ini senengnya nyari pasangan mulu. Trus tiba2 Ibunya bilang..
"Si peroksida ini nih kayak kalian. Nyari pasangaaaaaaaaaaaan mulu. Deket-dekat sana sini."
Tiba2 sekelas langsung menyerbu kayak koor.
"Tapi, ada yang udah ga radikal bebas lagi, Bu.."
"Maksudnya?"
"Iya, ada yang udah jadi hidrogen peroksida. Udah punya pasangan tetap."
"Emang kalian ada yang udah nikah?"
"Yah, Ibu. Telat banget seeeeeeeh. Jangan gila dong, Bu.."
Parah banget kan anak2 sekelas ngomong "jangan gila dong" ke dosen! Dasar pada idiot! Eh, nggak deng. Kalo anak TPG pada idiot apalagi anak2 departemen lain, apalagi anak Sosiologi. Huehehe.. Maap, yang..
"Emang siapa? Siapa yang udah nikah?"
"Mami Shita!!!!!"
"Oh, kamu... Selamat ya. Sekarang kamu udah nggak jadi radikal bebas. Salam buat suami kamu, bilangin hati2 teroksidasi."
Sekelas pada ketawa deh.. Aku cuma bisa merah kayak kepiting rebus. Seharian aku dipanggil radikal bebas. Huhuhu.
Kurang asem banget dah.. Akhirnya terbongkar lagi deh. Udah kemaren kena juga sama Pak Dase yang belom merit2 sampe sekarang. Eh, sekarang kena lagi sama Bu Dian.
Apes.
(ungkin buat sebagian orang cerita ini nggak lucu ya? Maaf ya..)
Posted at 06:02 pm by lalitya
Permalink
Tuesday, March 04, 2008
cukup dengan dua kata dibalut nada yang sederhana sebuah penutup sua yang biasa saja
hanya dengan "Dada Dede.." kau pulihkan jemu ku kau renggut lelah ku kau bangkitkan semangatku
hanya dengan "Dada Dede.."
kau buat aku.. kian terhujam rindu.
Posted at 07:43 pm by lalitya
Permalink
ketika ku merasa ini adalah ujung dunia Tuhan memberi ku jembatan untuk menyebrangi awan
ketika ku melihat di depanku hanya ada dinding batu Tuhan memberi ku tangga untuk naik ke atas
ketika ku pikir aku tersesat Tuhan memberi ku lentera untuk menemukan jalan baru
ketika aku berusaha semampuku namun merasa kalah dan tetap meragu
Tuhan memberi ku..
IP = 4.00 ....!!
Terima kasih, Tuhan, karena telah memberi BONUS paling istimewa, HADIAH paling berkesan, sekaligus TANTANGAN paling menakutkan.
Terima kasih Tuhan. Ini semua sangat berlebih dari apa yang aku minta. Buat aku tidak menjadi sombong, tidak obses, dan tidak terlena. Buat aku lebih giat menghadapi esok. Buat aku kian percaya
sebab kini.. ketika ku pikir aku tak akan mampu aku yakin Tuhan selalu dampingi aku melalui suaramu, A.. "Aku yakin Dede pasti bisa."
=)
Posted at 07:26 pm by lalitya
Permalink
aku suka, sayang, dan cinta Aa!
  Saat kau Menyukai seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri. Saat kau Menyayangi seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri. Saat kau Mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
Saat kau Menyukai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, Bolehkah aku menciummu?". Saat kau Menyayangi seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, "Bolehkah aku memelukmu?". Saat kau Mencintai seseorang dan berada di sisinya maka kau hanya akan menggenggam erat tangannya... . SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis". SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya dan memeluknya. CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama" . SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan". SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu. CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia
adalah anugrah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku". Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya. Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya. Pada saat orang yang kau CINTA menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan". Pada saat kau SUKA padanya, kau akan Memaksanya untuk menyukaimu. Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan membiarkanny a memilih. Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu menantinya dengan setia dan tulus. SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan. SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan. CINTA adalah hal yang memberi dengan keikhlasan SUKA adalah hal yang menuntut SAYANG adalah hal memberi dan menerima CINTA adalah hal yang
memberi dengan ikhlas.... . Pikirlah dengan dewasa, dan bedakan apa itu SUKA, SAYANG, dan CINTA (Nggak perlu jadi dewasa. Aku udah tahu kalo aku suka, sayang, dan cinta A selamanya. Lafya, A..)
Posted at 07:13 pm by lalitya
Permalink
Wednesday, November 07, 2007
Seperti tebakan ku setelah dimarahin sama A tadi pagi, ujianku sangat amat buruk dan ga berhasil aku taklukkan sama sekali. Makin miris dan makin yakin aja kalo hari ini bukan hari spesialku. Tapi aku berusaha menghibur diri dengan menguatkan hati mengingat bahwa aku sebentar lagi akan ada di rumah dalam balutan warna perayaaan ultah yang hangat. Sampe kosan sekitar jam 4 gitu, langsung mandi dan siap2 chaw ke Jakarta. Nyaris jam 5, angkot biru ku baru ngeloyor ke laladon.
Bagai nasib sial yang terus beruntun, aku baru sampe Poins Lebak Bulus jam 7. Sempat kecewa dan khawatir juga dengan acara tiup lilin ku, tapi semangat lagi karena inget mau dijemput A. Taunya..
A masih liputan kuliner (Hhhh..) dan kita ga jadi pulang bareng. sambil bete bin suntuk, aku pulang ke rumah sendirian. Sampe rumah sekitar jam 8 lewat. Anggi udah merengek2 maksa aku tiup lilin saat itu juga karena dia udah ngantuk. Tapi, aku kekeuh pengen tiup lilin sama A. Jadi aku pura2 mandi dan naik ke atas, padahal akununggu A. A susaaaaaaaaaaah banged ditelpon dan taunya baru bisa pulang jam setengah sepuluhan gitu.
Hati rasanya udah gondooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooook banged. Pengen langsung tidur dan ngebiarin kue sama kado yang udah ditata itu jadi basi sampe keesokan harinya. Aku nggeletak aja di kamar, udah males dan ga berusaha nunggu A juga. Udah bener-bener senep dan ga pengen.
Jam setengah sepuluhan A pulang, dan akhirnya aku tiup lilin ditemani Ma dan A. Ga ada kemeriahan, ga ada perayaan, ga ada hangat yang aku tunggu dari Bogor tadi. Hambar aja. Plus, A belom nulis kartu ucapan buat aku! Ditulis buru2 dan serba ada pake spidol sama kertas sinar dunia. GA BANGED. Udah mulai mengelus dada dan berusaha kokoh. Sabar, Nish..
Aku tetep berusaha senyum dan keliatan senang di depan Ma dan A. Cuma ga pengen mereka tau aja kalo aku sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat kecewa dengan perayaan itu. Perayaan Asal Jadi
Seperti tradisi, potong kue trus buka kado. Potong kue nya ga jelas, A nya ga antusias, aku nya makin nyungsep ke titik ternedah. Still, di luar pasang senyum semanja mungkin. Kado2 yang dibuka, cukup menghibur. Semuanya isinya kaos. Jadi berasa ga spesial juga liatnya. Tapi seneng lah dapet kaos, daripada dapet kado2 sejenis kado2 mPus kemaren. Yang aku nantikan cuma sendal boneka dari A, yang taunya muncul dalam bentuk micky mouse berwarna pink.
Untungnya, yang ini lucu dan aku sangat tertarik sekali dengan warnanya yang imut. Ditambah lagi, koleksi kaos2 yang A beliin buat aku ternyata lucu2. Yah, selera A boleh juga. Tapi tetep belom berhasil membuat ultahku jadi berasa bercahaya.
Malemnya, bobo di pelukan A, naked. Ketauan banged A pengen nebus kesalahan dan semua kebetean ku hari ini dengan memberikan aku jatah. Karena itu juga aku jadi ga enjoy. Merasa melihat A terpaksa melakukannya. Jam setengah lima aku bangun untuk pipis dan sempet bengong mikir di kamar mandi.
Ulang tahun ku udah bener-bener lewat, dan.. ga berkesan.
He pi Bert dey, Nish.
Posted at 08:55 pm by lalitya
Permalink
|